Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : KUR Jangan Berubah Menjadi “Kartu Akses Politik” Bank NTT Harus Berdiri di Atas Semua Kepentingan Politik

Avatar photo
×

Opini : KUR Jangan Berubah Menjadi “Kartu Akses Politik” Bank NTT Harus Berdiri di Atas Semua Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini
Reporter: Yohanes Rumat |  Editor: Redaksi
Yohanes Rumat | Anggota Komisi III DPRD NTT Fraksi PKB

Karena ketika sumber daya bank digunakan dalam kegiatan yang beririsan dengan struktur politik, maka transparansi harus menjadi standar utama.

KUR Bukan Hadiah Politik

Saya ingin kembali kepada substansi KUR. KUR adalah instrumen pembiayaan. KUR bukan hadiah. KUR bukan penghargaan. KUR bukan imbalan politik. KUR bukan fasilitas karena seseorang dekat dengan tokoh tertentu.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

KUR juga bukan alat untuk membangun ketergantungan masyarakat kepada kekuatan politik tertentu.

Karena itu saya sangat berhati-hati terhadap setiap pola yang berpotensi melahirkan persepsi bahwa akses terhadap KUR harus melewati pintu politik.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Jangan sampai masyarakat berpikir: “Kalau mau KUR, datang ke acara partai.” “Kalau mau mendapat akses bank, harus dekat dengan partai.”

“Kalau mau mendapatkan pembiayaan, harus mempunyai hubungan politik.” Kalau persepsi seperti itu tumbuh, maka persoalannya menjadi serius.

Sebab yang rusak bukan hanya citra sebuah kegiatan. Yang rusak adalah kepercayaan terhadap bank daerah.

Lima Calon Debitur Jangan Pernah Menjadi Lima Pilihan Politik

Saya juga menaruh perhatian pada instruksi mengenai penyiapan maksimal lima calon debitur untuk kebutuhan penandatanganan akad kredit secara simbolis.