Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : KUR Jangan Berubah Menjadi “Kartu Akses Politik” Bank NTT Harus Berdiri di Atas Semua Kepentingan Politik

Avatar photo
×

Opini : KUR Jangan Berubah Menjadi “Kartu Akses Politik” Bank NTT Harus Berdiri di Atas Semua Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini
Reporter: Yohanes Rumat |  Editor: Redaksi
Yohanes Rumat | Anggota Komisi III DPRD NTT Fraksi PKB

Peserta acara tetap harus melewati mekanisme kredit. Calon debitur tetap harus memenuhi persyaratan. Dan keputusan kredit tetap harus berdasarkan prinsip perbankan.

Bukan berdasarkan siapa yang mengantarnya. Bank Hidup dari Kepercayaan

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Bagi saya, bank tidak hanya hidup dari angka..Bank hidup dari kepercayaan. Uang bisa dihitung. Kredit bisa dicatat. Anggaran bisa dibukukan.

Tetapi kepercayaan jauh lebih sulit dibangun dan jauh lebih mudah hilang. Karena itu saya melihat ada risiko yang harus diperhitungkan ketika bank daerah terlalu dekat dengan ruang politik.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Risikonya bukan hanya persoalan hukum.

Ada risiko tata kelola. Ada risiko konflik kepentingan. Ada risiko reputasi.Dan yang paling berbahaya adalah risiko hilangnya kepercayaan masyarakat.

Kalau masyarakat mulai bertanya apakah pelayanan bank diberikan secara objektif atau berdasarkan kedekatan tertentu, maka kita sedang menghadapi persoalan yang lebih besar daripada sekadar sebuah kegiatan sosialisasi.

Tujuh Pertanyaan Saya kepada Direksi Bank NTT

Karena itu, saya meminta Direksi Bank NTT menjelaskan secara terbuka tujuh hal.

Pertama, siapa yang menginisiasi kolaborasi kegiatan tersebut dan apa dasar kebijakannya?

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Kedua, apakah penggunaan anggaran kantor cabang telah memperoleh persetujuan sesuai kewenangan dan prosedur internal?