Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Di Balik Jas Putih Dokter Icha: Sebuah Refleksi tentang Pengorbanan, Kemanusiaan, dan Perlindungan bagi Tenaga Kesehatan

Avatar photo
×

Opini : Di Balik Jas Putih Dokter Icha: Sebuah Refleksi tentang Pengorbanan, Kemanusiaan, dan Perlindungan bagi Tenaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA - Warga Diaspora NTT di Jakarta

Sebab, ketika seorang dokter merasa tidak aman dalam menjalankan tugasnya, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh dokter tersebut.

Pada akhirnya, kualitas pelayanan kesehatan masyarakat juga akan ikut terdampak.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Melindungi dokter bukan berarti memberikan perlakuan istimewa.

Melindungi dokter berarti menjaga mereka yang setiap hari berusaha menjaga kehidupan orang lain.

Jas Putih dan Pesan Kemanusiaan

Di balik jas putih seorang dokter, ada cerita yang panjang.

Ada seorang anak yang pernah bermimpi.

Ada orang tua yang pernah berjuang.

Baca Juga :  Sengketa Swasti Sari Masuk Mediasi, Fransisco Bessi Berharap Hasilkan Solusi dan Menjamin Pelayanan Kepada Anggota

Ada keluarga yang terus berdoa.

Ada manusia yang memilih jalan pengabdian.

Karena itu, sudah waktunya kita melihat dokter tidak hanya dari profesinya, tetapi juga dari sisi kemanusiaannya.

Mari kita bangun budaya yang menghormati, melindungi, dan menghargai tenaga kesehatan.

Sebab pada akhirnya, di balik jas putih itu bukan hanya ada seorang dokter.

Di balik jas putih itu ada seorang manusia.

“Di balik jas putih ada perjuangan yang tidak terlihat. Maka di balik jas putih itu pula harus ada perlindungan, penghormatan, kepedulian, dan keadilan.”

Baca Juga :  Hari Pertama Menjabat Sekda Ende, Geby Dalla Terima Tim Ombudsman NTT

Salam –

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA – Warga Diaspora NTT di Jakarta