Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Di Balik Jas Putih Dokter Icha: Sebuah Refleksi tentang Pengorbanan, Kemanusiaan, dan Perlindungan bagi Tenaga Kesehatan

Avatar photo
×

Opini : Di Balik Jas Putih Dokter Icha: Sebuah Refleksi tentang Pengorbanan, Kemanusiaan, dan Perlindungan bagi Tenaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA - Warga Diaspora NTT di Jakarta

Mereka mempelajari anatomi, fisiologi, biokimia, farmakologi, patologi, mikrobiologi, hingga berbagai bidang klinis seperti penyakit dalam, bedah, anak, kebidanan, saraf, jiwa, dan banyak bidang lainnya.

Ilmu yang mereka pelajari bukan hanya untuk mendapatkan nilai.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Ilmu tersebut kelak akan menjadi dasar ketika mereka memegang tanggung jawab terhadap kehidupan manusia.

Karena itu, pendidikan dokter membutuhkan disiplin yang luar biasa.

Ada mahasiswa yang harus belajar hingga larut malam.

Ada yang menghabiskan waktu libur dengan membaca buku dan mempersiapkan ujian.

Baca Juga :  Fransisco Bessi: Tak Tanda Tangan Kesepakatan Mediasi, Sason Helan Tidak Ingin Selamatkan Anggota Kopdit Swasti Sari

Ada yang harus menghadapi tekanan akademik yang berat karena standar pendidikan yang tinggi.

Bagi sebagian orang, hal itu mungkin terlihat biasa.

Tetapi bagi mereka yang menjalaninya, itu adalah perjuangan bertahun-tahun.

Ada Keluarga di Balik Setiap Dokter

Sering kali kita hanya melihat keberhasilan seorang dokter ketika mereka telah mengenakan jas putih.

Kita melihat gelar mereka.

Kita melihat profesi mereka.

Namun, kita jarang melihat keluarga yang berdiri di belakang keberhasilan tersebut.

Di balik seorang dokter yang berhasil, ada orang tua yang mungkin menunda banyak keinginan pribadi.

Baca Juga :  Anggota Kopdit Swasti Sari Desak Polemik Kepengurusan Tak Ganggu Pelayanan

Ada keluarga yang mengatur ulang kondisi ekonomi agar anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan.