Hasil pemeriksaan menunjukkan 28 sumur atau 67 persen memiliki risiko pencemaran rendah. Sebanyak 11 sumur atau 26 persen berada dalam kategori risiko sedang.
Sementara itu, tiga sumur atau tujuh persen masuk kategori risiko tinggi. Tidak ditemukan sumur dalam kategori risiko amat tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.
Temuan ini menunjukkan perlunya pemeliharaan dan perbaikan sarana sumur, terutama pada bagian penutup, dinding sumur, serta perlindungan dari sumber pencemar.
Selain itu, laporan mengidentifikasi persoalan pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke tanah. Praktik tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan sumber air apabila tidak dikelola dengan baik.
Tim merekomendasikan pembangunan sarana pengelolaan limbah cair yang sesuai kondisi setempat, pemeriksaan kualitas air secara berkala, serta edukasi mengenai perlindungan sumber air bersih.
Dosen Pendamping Tekankan Pentingnya Data Lapangan
Dosen pendamping kegiatan pemetaan di Desa Kuale’u adalah Johannes J.P. Sadukh, ST., M.Sc. Sementara itu, laporan kegiatan di Desa Baadale mencantumkan Johanis J. Pitreyadi Sadukh, ST., M.Sc., dan Siprianus Singga, ST., M.Kes., sebagai dosen pendamping.
Keterlibatan dosen dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan mahasiswa, mulai dari pengumpulan data, pemeriksaan sarana sanitasi, analisis masalah, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan.












