KUPANG | BuletinNTT.com— Mahasiswa dan dosen Program Studi D-III Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang melakukan pemetaan kondisi sanitasi lingkungan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, tahun 2026.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mengidentifikasi kondisi rumah, jamban, sarana air bersih, pengelolaan sampah, limbah cair, serta faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
Di Kabupaten TTS, mahasiswa menerapkan teknologi Android dan Geographic Information System (GIS) untuk memetakan kondisi sanitasi rumah warga di Desa Kuale’u, wilayah kerja Puskesmas Binaus.
Sementara itu, di Kabupaten Rote Ndao, mahasiswa melakukan pemetaan dan pemeriksaan sanitasi masyarakat di Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, wilayah kerja Puskesmas Baa.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan kompetensi mahasiswa sanitasi dalam mengidentifikasi masalah kesehatan lingkungan sekaligus menyusun rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil pengamatan lapangan.
Kabupaten TTS: 75 Persen Rumah Masuk Kategori Tidak Laik Sehat
Hasil survei di Desa Kuale’u, Kabupaten TTS, mencakup 220 rumah. Dari jumlah tersebut, 75 persen (165 rumah) masuk kategori tidak laik sehat, sedangkan 25 persen (55 rumah) dinyatakan laik sehat.












