Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap kualitas fisik rumah dan sarana sanitasi yang mendukung kesehatan penghuninya.
Aspek yang perlu diperhatikan meliputi ventilasi, pencahayaan, kondisi lantai, ketersediaan air bersih, serta pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.
Dalam pemeriksaan sarana jamban, tim mencatat 186 rumah menggunakan jamban leher angsa, 17 rumah menggunakan jamban plengsengan, dan satu rumah menggunakan jamban cemplung.

Selain itu, 16 rumah mengunakan jamban secara sharing atau komunal (100 persen) Stop BABS. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan peningkatan akses terhadap fasilitas sanitasi yang memenuhi persyaratan kesehatan.
Pada aspek air bersih, sebanyak 167 rumah atau 75,91 persen memiliki sarana yang memenuhi syarat. Sebanyak 53 rumah atau 24,09 persen lainnya belum memenuhi persyaratan.
Kondisi ini memerlukan tindak lanjut melalui pemeriksaan kualitas air dan perbaikan sarana yang belum memenuhi standar.
Tikus, Jentik Nyamuk, dan Lalat Masih Perlu Dikendalikan
Survei di Desa Kuale’u juga mengidentifikasi sejumlah persoalan terkait binatang pembawa penyakit dan kebersihan lingkungan rumah.












