Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Poltekkes Kupang Petakan Sanitasi di Dua Kabupaten, Rumah Tak Laik Sehat dan Pembakaran Sampah Jadi Perhatian

Avatar photo
×

Poltekkes Kupang Petakan Sanitasi di Dua Kabupaten, Rumah Tak Laik Sehat dan Pembakaran Sampah Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

Sebanyak 92 persen rumah tangga dilaporkan masih membakar sampah. Kebiasaan ini berpotensi mencemari udara dan mengganggu kesehatan pernapasan.

Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah serta kebiasaan masyarakat menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya memperbaiki pengelolaan sampah rumah tangga.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!
Foto : Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa dan Dosen Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang di Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, wilayah kerja Puskesmas Baa, Rote Ndao.

Tim merekomendasikan pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, dan penyediaan fasilitas penampungan sampah yang memadai.

Pada aspek cuci tangan pakai sabun, sekitar 19 persen rumah tangga belum memiliki sarana yang memadai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan sarana cuci tangan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit.

Baca Juga :  Kemenangan Bildad Thonak Atas Izhak Rihi Jadi Kemenangan Seluruh Advokat

Laporan itu juga mencatat sembilan persen makanan masih diolah atau dibiarkan dalam kondisi terbuka. Masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan pengolahan makanan, menutup makanan, dan memastikan air minum diolah secara aman.

Pemeriksaan 42 Sumur Gali di Baadale

Tim mahasiswa juga memeriksa tingkat risiko pencemaran terhadap 42 sumur gali di Desa Baadale.