“Pemetaan sanitasi melalui kegiatan lapangan merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi nyata masyarakat”. Ujar, Johanis J. Pitreyadi Sadukh.
Data yang dikumpulkan mahasiswa diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan membantu menentukan prioritas perbaikan sanitasi berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.”
Dosen pendamping juga memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan teknologi Android dan GIS di Desa Kuale’u serta strategi tindak lanjut terhadap persoalan sanitasi yang ditemukan di Desa Baadale.
Puskesmas dan Pemerintah Desa Perlu Menindaklanjuti Temuan
Hasil pemetaan di kedua kabupaten menunjukkan bahwa persoalan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga perilaku masyarakat dan pengelolaan lingkungan.
Di Desa Kuale’u, tindak lanjut perlu diarahkan pada peningkatan kualitas rumah, akses jamban sehat, pemenuhan sarana air bersih, serta pengendalian tikus, jentik nyamuk, dan lalat.
Di Desa Baadale, prioritas perbaikan mencakup pengurangan pembakaran sampah, penyediaan sarana cuci tangan, pengelolaan limbah cair, serta perlindungan sumur gali dari pencemaran.
Puskesmas Binaus dan Puskesmas Baa diharapkan menggunakan hasil pemeriksaan sebagai bahan edukasi, pemantauan, dan perencanaan intervensi kesehatan lingkungan.












