Sejalan dengan Dasa Cita Gubernur NTT, Posyandu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pelayanan rutin, tetapi juga sebagai pusat koordinasi pelayanan kesehatan masyarakat dan pos komando pencegahan stunting.
Sinkronisasi Program dan Sumber Daya
Pertemuan ini juga bertujuan menyelaraskan dukungan program, anggaran, dan sumber daya dari berbagai sektor agar Posyandu mampu mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, khususnya layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan anak prasekolah.
Berbagai materi strategis dibahas, mulai dari pencegahan stunting sebagai investasi jangka panjang, peran Tim Pembina Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, hingga strategi optimalisasi Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat.
Libatkan 22 Kabupaten/Kota
Sebanyak 173 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 63 peserta tatap muka dan 110 peserta daring. Peserta berasal dari 22 kabupaten/kota se-NTT, meliputi pejabat dan pengelola program kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, dan gizi.
Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Seksi Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Scherly Hayer, S.Gz, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan rencana tindak lanjut konkret yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.












