KUPANG | BuletinNTT.com – Pemerintah Daerah (Pemda) dan BPJS Kesehatan diminta membangun sinergisitas untuk segera menghadirkan kompensasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di NTT.
Hal demikian merupakan benang merah dalam pertemuan Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT dengan Ahli Kebijakan Kesehatan dari FKM Undana, Dominirsep O. Dodo pada Kamis (18/12/2025) di Kantor Perwakilan Ombudsman NTT.
Demikian pernyataan yang diterima media ini oleh PLT. Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi NTT melalui Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ola Mangu Kanisius, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi usai kegiatan tersebut.
“Pertemuan ini untuk mendalami opsi kerangka kebijakan atas temuan kajian Pelayanan Publik Aksesibilitas Kompensasi Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi NTT melalui permintaan terhadap keterangan ahli” jelas Ola Mangu.
“Kajian Ombusman NTT menemukan cakupan kepesertaan JKN di Provinsi NTT telah melampaui target UHC per 1 Desember 2025 yakni 104,20%, belum berbanding linear dengan akses manfaat layanan kesehatan termasuk akses kompensasi atas belum optimalnya akses manfaat tersebut” terang Ola Mangu
Ahli berpandangan bahwa stagnasi kompensasi JKN di NTT bukan murni disebabkan oleh ketiadaan regulasi saja, tetapi juga kekakuan interpretasi hukum (definisi “tersedia faskes”) dan kegagalan tata kelola Pemda (lambatnya BLUD dan buruknya data supply chain).












