KUPANG | BuletinNTT.com – Upaya menekan angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas program.
Salah satunya diwujudkan lewat Pertemuan Lintas Sektor/Lintas Program dalam Mendukung Posyandu Tangguh yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada 18–19 Desember 2025 di Hotel Sasando, Kupang, secara hybrid.
Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan Posyandu berfungsi optimal sebagai layanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat, sekaligus sebagai pusat intervensi pencegahan stunting di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Damiana V. Djahari, SKM, M.Kes, yang membuka kegiatan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes, menekankan pentingnya penguatan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan promotif dan preventif.
“Posyandu memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, dan keluarga. Penguatan Posyandu harus didukung kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fokus Penguatan Layanan
Transformasi pelayanan kesehatan primer menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Melalui konsep Posyandu Tangguh Atasi Stunting, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas kader, optimalisasi layanan inti Posyandu, pemenuhan sarana prasarana, serta penguatan kemitraan lintas sektor dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi.












