Scroll untuk baca artikel
Hukum Kriminal

Dugaan Intimidasi Dokter Icha di RS Leona Kefamenanu, Prof Frans Salesman: Dokter Harus Bebas Intervensi

Avatar photo
×

Dugaan Intimidasi Dokter Icha di RS Leona Kefamenanu, Prof Frans Salesman: Dokter Harus Bebas Intervensi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Foto : Prof. Emr. DR Frans Salesman, SE, M. Kes

Prihatin Kondisi Psikologis Dokter

Prof Frans juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dokter yang mengalami tekanan psikologis akibat persoalan yang dihadapi saat menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kondisi mental seorang dokter sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

“Kalau seorang dokter mengalami depresi, bagaimana dia melayani pasien berikutnya dan merawat pasien berikutnya kalau masih berada dalam tekanan batin seperti itu. Itu yang sangat kita sesalkan,” katanya.

Sebagai ahli di bidang kesehatan dan manajemen rumah sakit, Prof Frans menilai perlindungan terhadap tenaga medis harus menjadi perhatian bersama.

Baca Juga :  RALB Kopdit Swasti Sari Berujung Laporan Polisi, Yohanes Sason Helan Dilaporkan ke Polda NTT

NTT Masih Membutuhkan Banyak Dokter

Prof Frans mengatakan, persoalan perlindungan terhadap dokter menjadi semakin penting karena Nusa Tenggara Timur masih menghadapi kekurangan tenaga dokter.

Menurutnya, pemerintah dan berbagai pihak saat ini terus berupaya meningkatkan jumlah dokter untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kita sedang menggalakkan peningkatan jumlah dokter di NTT karena masih jauh dari standar rasio pelayanan medis, yakni satu dokter berbanding seribu penduduk,” jelasnya.

Ia menilai, apabila dokter yang sedang mengabdi justru mendapatkan tekanan dalam menjalankan profesinya, hal tersebut dapat berdampak terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Dituding Pukul Rektor IAKN Kupang, Harun Natonis Balik Bongkar Polemik: “Ada Oknum yang Bermain”

“Kalau senior-senior mereka diperlakukan seperti itu oleh pejabat daerah, tentu kita sesalkan. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan, bukan hanya di Kefamenanu tetapi juga di daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.