Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu munculnya ketegangan dalam proses penentuan kepemimpinan koperasi.
“Ada niat dari pengurus untuk memberhentikan manajemen dan beberapa oknum karyawan yang tidak disukai. Itu yang anggota harus tahu,” katanya.
Ia menegaskan, apabila tujuan utama seluruh pihak benar-benar untuk membangun koperasi dan memperbesar aset milik anggota, maka seharusnya tidak perlu terjadi konflik berkepanjangan di internal lembaga.
“Kalau niatnya memajukan dan membesarkan aset koperasi milik anggota, sebenarnya tidak perlu ada keributan seperti ini,” tegas Elias.
Dalam kesempatan itu, Elias juga mengingatkan bahwa seluruh pengurus dan pengawas dipilih secara sah oleh anggota melalui mekanisme perwakilan anggota dalam Pra RAT.
“Jadi yang dipilih itu, Pengurus – Pengawas, Bukan Ketua Pengurus, Atau Ketua Pengawas dan struktur lainnya” Tegasnya.
Karena itu, menurutnya, setiap keputusan organisasi harus dihormati dan diselesaikan melalui mekanisme internal koperasi, bukan dengan memperpanjang konflik di ruang publik.
“Kalau ada persoalan, mari diselesaikan dalam sistem. Jangan memperpanjang konflik karena dampaknya akan dirasakan koperasi dan anggota,” ujarnya.












