Koperasi ini diharapkan mampu menyalurkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menyerap hasil produksi masyarakat desa, serta mendukung distribusi program pemerintah secara tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, Manajer Utama KSP TLM Indonesia, Zesly N.W. Pah, melaporkan kinerja koperasi sepanjang Tahun Buku 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliun kepada sekitar 293 ribu anggota, dengan total aset saat ini Rp1,2 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp1,4 triliun.
Ia menambahkan, selama 16 tahun beroperasi, KSP TLM Indonesia fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro yang kini menjadi mayoritas anggota koperasi.
Rangkaian kegiatan RAT turut diisi dengan berbagai agenda seperti workshop Koperasi Merah Putih, pendampingan koperasi binaan, pelatihan pengelolaan keuangan, serta festival kuliner yang melibatkan sekitar 100 pelaku industri kecil menengah (IKM).
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi NTT, pejabat lingkup Pemprov NTT dan Kota Kupang, pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan, tokoh agama, pengurus dan anggota KSP TLM Indonesia, serta masyarakat yang turut memeriahkan acara melalui konser musik.












