Salah satu persoalan utama adalah ketersediaan listrik.
Ia menjelaskan, setiap KopDes Merah Putih membutuhkan daya listrik sekitar 16.500 watt agar seluruh fasilitas dapat beroperasi dengan baik.
Namun di beberapa wilayah NTT, terutama daerah terpencil, pasokan listrik masih terbatas.
“Ada daerah yang daya listriknya belum mencukupi. Bahkan masih ada yang menggunakan genset. Ini menjadi perhatian kami karena koperasi membutuhkan listrik yang cukup untuk beroperasi,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN dan akan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan PT Agrinas Pangan Nusantara agar segera dicarikan solusi.
Menurut Joao, karena KopDes Merah Putih merupakan program nasional, maka seluruh kementerian dan lembaga terkait akan dilibatkan untuk menyelesaikan berbagai kendala yang muncul.
Tidak Ada Setoran Modal dari Masyarakat
Joao juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai modal awal koperasi.
Menurutnya, kebutuhan dasar operasional KopDes Merah Putih telah disiapkan oleh negara.
“Tidak ada uang simpanan wajib atau setoran modal dari masyarakat untuk membangun koperasi ini. Negara sudah menyiapkan kebutuhan dasarnya agar koperasi benar-benar hadir untuk membantu masyarakat,” tegasnya.












