Menurut Joao, program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus mengurangi kemiskinan.
Ia mengaitkan program tersebut dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun Indonesia dari desa serta menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 tentang pengelolaan kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Koperasi ini hadir agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Harapannya kesejahteraan masyarakat meningkat dan kemiskinan bisa ditekan,” ujarnya.
Progres Pembangunan di NTT
Dalam kesempatan itu, Joao juga memaparkan perkembangan pembangunan KopDes Merah Putih di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Saat ini NTT memiliki 3.442 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran pembangunan KopDes Merah Putih.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.862 lokasi telah masuk dalam proses verifikasi. Sebanyak 1.712 lokasi sudah dinyatakan terverifikasi.
Sementara itu, 1.536 unit masih dalam tahap pembangunan dan baru 128 unit yang telah selesai dibangun 100 persen.
Menurut Joao, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjadi salah satu daerah dengan jumlah lokasi terverifikasi terbanyak di NTT.
Secara nasional, program KopDes Merah Putih juga terus berjalan. Hingga saat ini tercatat sekitar 35.872 lokasi telah terverifikasi dan lebih dari 12 ribu unit telah selesai dibangun.
Terkendala Listrik
Meski pembangunan terus berlangsung, Joao mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan.












