Selain bangunan utama, pemerintah juga akan menyiapkan sarana operasional berupa satu unit truk, satu unit kendaraan pikap 4×4, serta dua unit motor roda tiga.
“Kendaraan ini nantinya membantu mengangkut hasil pertanian, peternakan, dan perikanan masyarakat”.
“Hasil produksi warga bisa dikumpulkan di koperasi, lalu disalurkan ke berbagai kebutuhan, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.

Joao mengatakan, kehadiran KopDes Merah Putih diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih baik di desa.
Selama ini, banyak hasil pertanian masyarakat dijual melalui rantai distribusi yang panjang. Dengan adanya koperasi, hasil produksi warga bisa ditampung langsung sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Semua hasil bumi masyarakat masuk ke koperasi. Setelah itu koperasi yang mengelola dan menyalurkannya. Masyarakat mendapat keuntungan dari hasil penjualan dan pada akhir tahun juga menerima Sisa Hasil Usaha atau SHU,” katanya.












