Sementara itu, pimpinan rapat, Ernesta Katana, menilai dinamika yang terjadi selama forum merupakan hal yang wajar dalam organisasi yang sehat.
“Berdinamika dalam organisasi itu hal yang biasa. Ketika semua anggota menyampaikan pikirannya, itu menjadi catatan penting bagi lembaga untuk terus berbenah,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai masukan yang muncul dalam rapat sebagian besar berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anggota. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pengurus dan manajemen ke depan.
“Saya melihat semua anggota yang hadir memiliki keinginan yang sama, yaitu menjadikan koperasi ini mampu menjamin hak-hak anggota dan meningkatkan pelayanan,” tambahnya.
Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Lambert Ara Tukan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota yang telah mengikuti proses rapat hingga tuntas.
“Walaupun berlangsung panjang dan penuh dinamika, seluruh rangkaian RAK berjalan dengan baik, dan amandemen ART akhirnya dapat disepakati,” ungkapnya.













