Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Bank NTT Resmi Jadi Perseroda | DPRD Minta Uang Rakyat Jangan Mengalir ke Luar Daerah

Avatar photo
×

Bank NTT Resmi Jadi Perseroda | DPRD Minta Uang Rakyat Jangan Mengalir ke Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

Dari jumlah tersebut, Rp50 miliar dialokasikan untuk pekerja migran, sementara Rp300 miliar untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Perjanjian kerja sama sudah ditandatangani. Kami targetkan dalam satu sampai dua bulan ke depan sudah mulai berjalan,” jelas Charlie.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Namun, ia mengingatkan bahwa KUR merupakan kredit produktif, bukan bantuan hibah.

“Ini kredit untuk usaha, bukan untuk konsumsi. Jangan sampai setelah dapat kredit justru digunakan untuk hal yang tidak produktif hingga berujung macet,” tegasnya.

Baca Juga :  Joao Nunes Tegaskan Bangunan di Luar Standar Bukan KopDes Merah Putih, NTT Baru Miliki 128 Unit Selesai Dibangun

Soroti Risiko Kredit Macet

Charlie juga menyoroti potensi kredit macet, terutama bagi debitur yang kehilangan sumber pendapatan. Ia menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut perbankan, tetapi juga aspek sosial masyarakat.

“Kalau seseorang kehilangan pendapatan, tentu berisiko kredit macet. Tapi ini bukan sekadar soal kredit, ini juga soal kehidupan mereka,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, termasuk memastikan warga tetap memiliki pekerjaan atau sumber penghasilan.

DPRD NTT Ingatkan Bahaya Privatisasi

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD NTT dari Fraksi PKB, Yohanes Rumat, menegaskan bahwa perubahan status Bank NTT menjadi Perseroda penting untuk mencegah potensi privatisasi oleh kelompok tertentu.