Bernad menjelaskan, sektor lain yang menjadi perhatian serius adalah pemanfaatan aset daerah. Melalui Tim Optimalisasi PAD, Bakeuda bersama bidang aset sedang melakukan pendataan dan penataan kembali aset-aset milik pemerintah yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan.
Aset berupa tanah, gedung, dan bangunan milik pemerintah daerah saat ini tengah dibenahi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung peningkatan PAD.
“Kami sedang mendata kembali aset-aset yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan PAD. Aset tanah, gedung, dan bangunan sementara diperbaiki pengelolaannya sehingga bisa dimanfaatkan melalui skema sewa maupun pinjam pakai yang memberikan pemasukan bagi daerah,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai optimisme mencapai target PAD sebesar Rp2,8 triliun, Bernad menegaskan bahwa target tersebut dapat dicapai jika seluruh pihak bekerja keras dan memiliki komitmen yang sama.
“Kita harus kerja keras untuk mendapatkan target itu. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga semua pihak yang berkepentingan harus bersama-sama mendukung peningkatan PAD daerah,” tegasnya.












