KUPANG, BuletinNTT.com – Suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam pelatihan bagi para relawan Dapur Makanan Bergizi (MBG) Kelapa Lima yang digelar oleh Yayasan Cahaya Nun Ben Sufa.
Meski hanya berlangsung satu hari, pembekalan ini sarat makna dan berhasil menggugah kesadaran para peserta tentang pentingnya pelayanan yang lahir dari hati, bukan semata menjalankan tugas.
Rambu Mei: Ini Panggilan Pelayanan, Bukan Sekadar Pekerjaan
Maria Ngongo, atau akrab disapa Rambu Mei, menjadi suara pertama yang menyuarakan kesan mendalam dari pelatihan ini.
Gadis asal Sumba Barat Daya ini bertugas di bagian koperasi dapur dan menyatakan bahwa pelatihan ini telah membuka cara pandang baru terhadap peran mereka sebagai relawan.
“Kami bukan hanya membantu menyukseskan program pemerintah. Ini juga merupakan panggilan untuk melayani dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak sekolah. Ada rasa tanggung jawab dan cinta yang harus dibawa dalam pekerjaan ini,” ungkapnya.
Ia juga memberikan semangat bagi generasi muda untuk tetap terlibat dan menjadikan program ini sebagai bentuk nyata kontribusi sosial dan investasi masa depan.
Maria Fatima Luan: Spirit Pelayanan Tumbuh dari Gotong Royong
Pengalaman serupa juga disampaikan oleh Maria Fatima Luan, atau biasa disapa Ibu Fat, pengelola Dapur Kenaha Moris dari Atambua.












