Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Dipo Nusantara dan Merci Piwung Kawal Aspirasi Pendidikan di Flores, Salurkan Dana PIP

Avatar photo
×

Dipo Nusantara dan Merci Piwung Kawal Aspirasi Pendidikan di Flores, Salurkan Dana PIP

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

NGADA, BuletinNTT.com – Penyerahan dana aspirasi Program Indonesia Pintar (PIP) oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dipo Nusantara Pua Upa, disambut antusias oleh pihak sekolah dan masyarakat di Kabupaten Ngada, Flores.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Dipo Nusantara di sejumlah sekolah, termasuk SMK Restorasi Golewa dan SMK Santo Agustinus, di Kabupaten Ngada.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Kepala Sekolah:  Apresiasi DPR RI Perjuangkan Dana PIP

Kepala SMK Restorasi Golewa, Yosefina Django, ST, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan ini yang dinilai sangat membantu meringankan beban para orang tua murid.

Baca Juga :  FKM Undana Salurkan Bantuan untuk 130 Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

“Bantuan PIP ini sangat berarti bagi siswa-siswi kami. Banyak dari mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, dan dana ini benar-benar membantu keberlangsungan pendidikan mereka.

Kami mengapresiasi perjuangan Bapak Dipo dan Ibu Angela yang telah memperjuangkan aspirasi kami,” ujar Yosefina.

Senada dengan itu, Kepala SMK Santo Agustinus, La Yansen, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian nyata dari wakil rakyat terhadap dunia pendidikan di daerah.

“Kami sangat bersyukur. Selama ini akses untuk mendapatkan bantuan seperti ini tidak mudah.

Baca Juga :  Menata Sekolah, Menyiapkan Masa Depan: SMKN 1 Taebenu Bangun Dua RKB

Tapi berkat perjuangan dan komunikasi dari para wakil rakyat kita, akhirnya sekolah kami bisa menerima manfaat langsung,” kata La Yansen.

Merci Piwung Dampingi Penyerahan Dana PIP

Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PKB, Angela Merci Piwung, yang turut mendampingi penyerahan bantuan ini mengatakan bahwa dana aspirasi PIP tersebut merupakan hasil dari kerja kolaboratif untuk memastikan bahwa anak-anak di NTT tidak putus sekolah karena alasan ekonomi.