Opini Oleh: Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA | “Warga Diaspora NTT di Jakarta “
“Di balik setiap dokter, ada masa muda yang dikorbankan, ada keluarga yang berjuang, ada doa yang tidak pernah putus, dan ada hati yang memilih mengabdi kepada kemanusiaan. Maka hormatilah mereka, lindungilah mereka, karena ketika seorang dokter terluka, sesungguhnya kemanusiaan ikut terluka.”
JAKARTA | BuletinNTT.com – Kepergian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha meninggalkan luka yang mendalam.
Bukan hanya bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya, tetapi juga bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan dunia pelayanan kesehatan secara luas.
Kepergian seorang dokter muda yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan seharusnya menjadi momentum bagi kita semua untuk berhenti sejenak dan bertanya: apakah kita sudah benar-benar memahami manusia yang berada di balik sebuah jas putih?
Saya bukan seorang dokter.
Namun, saya adalah seorang ayah yang memiliki dua orang anak yang memilih jalan hidup sebagai dokter.
Dari perjalanan mereka, saya melihat sendiri bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang kecerdasan akademik atau kemampuan menghafal ilmu kedokteran.
Menjadi dokter adalah perjalanan panjang yang membutuhkan pengorbanan, ketekunan, ketahanan mental, dukungan keluarga, dan komitmen kemanusiaan yang sangat besar.










