KUPANG | BuletinNTT.com – Beriman dengan sungguh-sungguh berarti peduli pada kehidupan. Karena itu iman bukan hanya soal kata-kata atau doa-doa yang indah, melainkan pertama-tama adalah keterlibatan dan keterarahan hati yang sungguh-sungguh kepada Allah.
Oleh keterarahan hati yang sungguh-sungguh kepada Allah, kita mengenal Allah sebagai Bapa yang peduli pada kehidupan manusia yang telah memberikan hidup kepada segala sesuatu dalam diri Yesus Kristus. (1Tim. 6: 13).
Pengenalan akan figur Allah yang sedemikian peduli pada manusia, melibatkan kita dalam cara-Nya memandang dan memperlakukan dunia dengan penuh kasih.
Karena Allah peduli dan tidak tinggal diam di hadapan penderitaan manusia maka kita pun tidak boleh diam dan masa bodoh di hadapan penderitaan sesama di sekitar kita. Beriman berarti menjadi peduli; berani bersikap adil dalam rasa rasa syukur atas semua berkat yang sudah didapatkan dan rela menaruh hati pada penderitaan sesama.
Iman menjadikan kita murah hati. Berani peduli. Injil Lukas 16:19-31 mengisahkan perbedaan tajam antara orang kaya dan Lazarus yang miskin.
Orang kaya itu selalu hidup dalam pesta pora, sementara Lazarus tergeletak di depan pintunya dalam keadaan lapar dan penuh luka.











