KUPANG | BuletinNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong transformasi sektor pendidikan melalui program One School, One Product (OSOP).
Program ini menjadi tonggak perubahan paradigma, di mana sekolah tidak lagi sekadar mencetak ijazah, tetapi juga menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.
Sekretaris Bapperida Provinsi NTT, Th. M. Florensia, menegaskan bahwa OSOP merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
“Sekolah tidak boleh hanya menghasilkan ijazah, tetapi harus menghasilkan produk,” ujarnya, Jumat (10/04/2026) menegaskan visi Gubernur – Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena – Johni Asadoma dalam mendorong gerakan “Sekolah Berkarya”.

Ubah Pola Belajar dari Teori ke Produksi
Melalui OSOP, pendekatan pembelajaran di sekolah—terutama pendidikan vokasi—mengalami perubahan signifikan.
Siswa tidak lagi hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik produksi yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Langkah ini sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan lapangan kerja, dengan menyiapkan lulusan yang mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha.








