“Bank NTT harus menjadi tempat pembinaan bagi UMKM, bukan hanya memberikan pinjaman, tetapi juga mendampingi mereka sampai usaha itu berkembang,” jelas Simson.
Ia juga menilai bahwa kredit yang diberikan kepada pelaku UMKM umumnya lebih lancar dibandingkan kredit dengan nilai besar yang sering kali berujung pada kredit bermasalah.
“Biasanya UMKM itu pembayarannya lancar. Justru yang sering masuk NPL adalah pinjaman besar,” tambahnya.
Karena itu, ia berharap Bank NTT benar-benar memprioritaskan sektor UMKM dalam penyaluran kredit sehingga keberadaan bank daerah tersebut dapat menjadi kebanggaan masyarakat NTT sekaligus menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Dengan perubahan status menjadi PT BPD Bank NTT Perseroda,Fraksi PSI DPRD NTT berharap bank milik daerah tersebut mampu menghadirkan semangat baru dalam meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat NTT.












