Scroll untuk baca artikel
Politik

Fraksi Indonesia Maju Tolak Pinjaman Rp120 Miliar: Proyek Tak Prioritaskan Kepentingan Rakyat.

Avatar photo
×

Fraksi Indonesia Maju Tolak Pinjaman Rp120 Miliar: Proyek Tak Prioritaskan Kepentingan Rakyat.

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

2. Tidak Ada Kajian Ilmiah atau Studi Kelayakan yang Dipaparkan

Fraksi juga menyoroti bahwa tidak ada dokumen kajian ilmiah, studi kelayakan bisnis, ataupun proyeksi dampak ekonomi yang dibuka kepada publik maupun DPRD. Fraksi menilai, tanpa dasar akademis dan analisis ekonomi yang kuat, proyek tersebut berpotensi merugikan daerah dalam jangka panjang.

“Kami tidak bisa menyetujui utang sebesar itu hanya berdasarkan asumsi. Rakyat akan menanggung beban ini bertahun-tahun. Kami minta ada kajian ilmiah yang terbuka dan bisa diuji,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

3. Risiko Tinggi: Hotel Bisa Mangkrak atau Tidak Menguntungkan

Salu juga mengkritisi perencanaan yang dianggap setengah matang. Menurutnya, belum ada strategi yang konkret untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah, padahal sektor itulah yang akan menopang keberlangsungan hotel.

Baca Juga :  Gubernur Melki Lantik Fransiskus Sales Sodo Jadi Sekda NTT, Tegaskan: Jangan Main-Main dengan Dana Bencana

“Kalau hotel sudah dibangun tapi tidak ada tamu, siapa yang akan menanggung rugi? Ujung-ujungnya APBD yang tersedot untuk subsidi, rakyat yang menanggung,” ujarnya.

4. Infrastruktur Dasar Lebih Mendesak untuk Dibiayai

Fraksi Indonesia Maju menyarankan agar jika pemerintah ingin mengajukan pinjaman, fokusnya harus pada perbaikan infrastruktur dasar, seperti pembangunan dan perbaikan jalan di desa-desa, jembatan penghubung antarkecamatan, serta sistem air bersih.

“Pemerintah seharusnya ajukan pinjaman untuk memperbaiki kondisi jalan yang parah. Itu berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat—transportasi hasil tani, akses pendidikan, dan kesehatan,” tegas Robert Salu.