KEFAMENANU, BuletinNTT.com – Salah satu suara paling vokal dalam sidang paripurna DPRD TTU terkait rencana pinjaman daerah Rp120 miliar datang dari Fraksi Indonesia Maju, gabungan Partai Perindo dan Partai Demokrat.
Fraksi ini secara tegas menolak proposal Pemkab TTU untuk membiayai pembangunan hotel bintang empat dan fasilitas umum lainnya melalui pinjaman jangka panjang, dengan alasan yang bersifat prinsipil, teknis, hingga moral-politik.
Ketua Fraksi Indonesia Maju, Robert Sallu, menyampaikan bahwa keputusan penolakan diambil berdasarkan hasil evaluasi internal fraksi dan partai politik pengusung.
Berikut adalah uraian lengkap alasan-alasan yang mendasari sikap tersebut:
1. Proyek Tidak Menjawab Kebutuhan Prioritas Masyarakat
Menurut Fraksi Indonesia Maju, proyek hotel bintang empat yang menjadi fokus utama dari pinjaman Rp120 miliar tersebut tidak menyentuh kebutuhan mendesak rakyat TTU.
Masyarakat hingga saat ini masih bergulat dengan persoalan dasar seperti akses jalan yang rusak, minimnya layanan kesehatan, serta kekurangan air bersih dan pendidikan bermutu.
“Apa urgensinya membangun hotel mewah ketika rakyat masih harus menempuh jalan rusak untuk ke sekolah atau puskesmas? Itu bukan prioritas,” ujar Robert Salu.












