Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini | Papua Tidak Membutuhkan Lebih Banyak Kematian, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Avatar photo
×

Opini | Papua Tidak Membutuhkan Lebih Banyak Kematian, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Sebarkan artikel ini
Reporter: Karni Lando |  Editor: Redaksi
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Penghormatan terbesar adalah memastikan tragedi yang sama tidak kembali terjadi.

Papua Membutuhkan Kehidupan, Bukan Lebih Banyak Kematian

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Papua tidak membutuhkan lebih banyak kematian.

Papua membutuhkan keamanan.

Papua membutuhkan keadilan.

Papua membutuhkan pendidikan.

Papua membutuhkan pelayanan kesehatan.

Papua membutuhkan pembangunan.

Papua membutuhkan dialog.

Papua membutuhkan kesempatan bagi generasi mudanya.

Dan yang paling penting, Papua membutuhkan keyakinan bahwa negara hadir bukan hanya untuk menjaga wilayah, tetapi juga menjaga manusia yang hidup di dalamnya.

Baca Juga :  LKM Citra Mandiri Salurkan Bantuan, Nasabah Korban Gempa di Reo Dibebaskan dari Angsuran

Kita mungkin berbeda pandangan mengenai persoalan politik Papua. Tetapi ada satu prinsip yang seharusnya menyatukan kita: Nyawa manusia tidak boleh dijadikan alat untuk mencapai tujuan politik apa pun.

Tidak oleh siapa pun.

Tidak atas nama apa pun.

Tragedi Muliama harus menjadi pengingat bahwa perdamaian tidak dapat dibangun hanya dengan kekuatan.

Pembangunan tanpa keamanan tidak akan berjalan.

Keamanan tanpa keadilan tidak akan bertahan.

Keadilan tanpa kemanusiaan tidak akan melahirkan perdamaian.

Karena itu, Papua harus dijaga.

Masyarakat Papua harus dilindungi.

Baca Juga :  Gempa Flores , Kopdit Swasti Sari Bergerak: Galang Donasi “Dari Hati, Mari Membuat Flores Tersenyum Kembali”

Pelaku kekerasan harus ditindak sesuai hukum.

Dan negara harus memenangkan kepercayaan rakyat melalui keadilan, pembangunan, dialog dan kemanusiaan.