Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Avatar photo
×

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Karni Lando |  Editor: Redaksi
. Ir. Karolus Karni Lando, MBA. | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Masyarakat yang hidup di wilayah rawan bencana berhak memperoleh penjelasan jujur, perlindungan nyata, dan kepastian bahwa pembangunan tidak menambah ancaman bagi kehidupan mereka.

Air, Tanah, dan Ruang Hidup Bukan untuk Dipertaruhkan

Air bersih dan tanah produktif merupakan penopang utama kehidupan masyarakat Flores. Keduanya mendukung pertanian, kebutuhan rumah tangga, kesehatan, serta keberlangsungan kehidupan sosial.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Karena itu, setiap rencana pengeboran, pembukaan jalan, pembangunan fasilitas, dan pengelolaan fluida maupun gas harus dinilai berdasarkan potensi dampaknya.

Baca Juga :  Zet Sony Libing : Perkara KSP Kopdit Swasti Sari Menyangkut Kepengurusan, Bukan Manajemen Operasional Koperasi

Pemerintah dan pengembang harus menjelaskan bagaimana kegiatan tersebut dapat memengaruhi sumber air, kebun, permukiman, kesehatan, dan penghidupan masyarakat.

Apabila perlindungan terhadap sumber air dan keselamatan warga belum dapat dibuktikan secara meyakinkan, kegiatan terkait seharusnya ditunda sampai persyaratan keselamatan terpenuhi.

Kawasan lindung, ruang budaya, tanah adat, dan wilayah penghidupan masyarakat juga harus memperoleh perlindungan yang tegas.

Lokasi yang berdasarkan kajian independen terbukti memiliki risiko tidak dapat diterima harus dikeluarkan dari rencana pengembangan.

Pembangunan tidak boleh memaksa masyarakat menanggung dampak jangka panjang hanya demi mengejar target investasi atau peningkatan produksi energi.