Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Avatar photo
×

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Karni Lando |  Editor: Redaksi
. Ir. Karolus Karni Lando, MBA. | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Masyarakat terdampak harus dilibatkan sejak awal dan memperoleh informasi yang mudah dipahami sebelum keputusan ditetapkan.

Partisipasi masyarakat tidak boleh sekadar menjadi formalitas untuk memenuhi persyaratan administrasi. Suara warga harus benar-benar memengaruhi proses pengambilan keputusan.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Moratorium dan Dialog Terbuka Harus Menjadi Langkah Awal

Saya mengusulkan pemberlakuan moratorium terhadap izin baru dan perluasan proyek panas bumi sampai kajian independen, keterbukaan informasi, serta pelibatan masyarakat yang bermakna benar-benar dipenuhi.

Fasilitas yang sudah beroperasi juga perlu menjalani evaluasi keselamatan dan dampak lingkungan secara berkala, sesuai karakteristik risiko setiap lokasi.

Baca Juga :  Wartawan Kompas.com Asal NTT Giran Bere Raih Juara II Lomba Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026

Pemerintah perlu melaksanakan kajian terpadu yang mencakup sesar aktif, kegempaan, kestabilan lereng, sumber air, kesehatan masyarakat, serta dampak sosial dan ekonomi.

Hasil kajian harus dipublikasikan secara terbuka dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Dokumen teknis tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk mengetahui risiko yang mungkin mereka hadapi.

Pemerintah juga perlu membuka ruang dialog yang setara dengan mempertemukan masyarakat terdampak, pemangku adat, Gereja, akademisi, pemerintah, dan pengembang tanpa tekanan.