Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Avatar photo
×

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Karni Lando |  Editor: Redaksi
. Ir. Karolus Karni Lando, MBA. | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Namun, keberadaan sumber energi tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh lokasi pengembangannya aman, tepat, dan dapat diterima masyarakat.

Setiap wilayah memiliki kondisi geologi, karakteristik lingkungan, sumber air, kepadatan permukiman, serta kehidupan sosial dan budaya yang berbeda.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA. | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Karena itu, kebijakan pengembangan panas bumi harus didasarkan pada kajian ilmiah yang menyeluruh, transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kajian tersebut perlu menjelaskan potensi bahaya, dampak terhadap lingkungan, kebutuhan lahan, ketersediaan air, kesehatan masyarakat, keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan mata pencaharian warga.

Baca Juga :  Dosen FKM Undana Kembangkan Kebun Gizi Mandiri di SoE, Dorong Pencegahan Stunting

Pemerintah juga harus menjelaskan manfaat ekonomi yang dijanjikan, termasuk penyediaan energi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal.

Manfaat tersebut harus dibandingkan secara terbuka dengan potensi kerugian dan alternatif pembangunan lainnya. Masyarakat berhak mengetahui siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menanggung risiko.

Gempa Flores Harus Menjadi Peringatan Serius

Gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dengan magnitudo 7,7 harus menjadi pengingat serius mengenai pentingnya mitigasi bencana.