Namun, keberadaan sumber energi tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh lokasi pengembangannya aman, tepat, dan dapat diterima masyarakat.
Setiap wilayah memiliki kondisi geologi, karakteristik lingkungan, sumber air, kepadatan permukiman, serta kehidupan sosial dan budaya yang berbeda.

Karena itu, kebijakan pengembangan panas bumi harus didasarkan pada kajian ilmiah yang menyeluruh, transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kajian tersebut perlu menjelaskan potensi bahaya, dampak terhadap lingkungan, kebutuhan lahan, ketersediaan air, kesehatan masyarakat, keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan mata pencaharian warga.
Pemerintah juga harus menjelaskan manfaat ekonomi yang dijanjikan, termasuk penyediaan energi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal.
Manfaat tersebut harus dibandingkan secara terbuka dengan potensi kerugian dan alternatif pembangunan lainnya. Masyarakat berhak mengetahui siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menanggung risiko.
Gempa Flores Harus Menjadi Peringatan Serius
Gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dengan magnitudo 7,7 harus menjadi pengingat serius mengenai pentingnya mitigasi bencana.










