Scroll untuk baca artikel
Nasional

Pemanfaat Buku Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor: Strategi Bunda Litersi NTT Percepatan Peningkatan Kemampuan Literasi

Avatar photo
×

Pemanfaat Buku Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor: Strategi Bunda Litersi NTT Percepatan Peningkatan Kemampuan Literasi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

Menurut Asti, strategi tersebut ditempuh sebagai respons atas rendahnya kemampuan literasi dasar siswa di NTT yang masih berada di bawah rata-rata nasional.

Data Standar Pelayanan Minimum menunjukkan masih banyak siswa tingkat SMP dan SMA yang belum lancar membaca serta belum mampu memahami bacaan sederhana.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Situasi itu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT. Pada akhir 2025 hingga awal 2026, Gubernur NTT menemukan siswa kelas XI dan XII SMA dengan kemampuan membaca setara kelas IV dan V sekolah dasar.

Baca Juga :  Gerakan Nyata Forum TBM NTT | Aksi Penguatan Literasi di PPA Betel Oesapa Tengah Kota Kupang

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.

Asti menegaskan, literasi dasar merupakan fondasi utama pembelajaran. Rendahnya kemampuan membaca berdampak luas, tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada peluang kerja, tingkat pendapatan, kesehatan, hingga mobilitas sosial.

Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Mindriyati Astiningsih Laka Lena memberikan keterangan kepada media tentang strategi peningkatan keterampilan membaca anak melalui pemanfaatan buku bacaan anak dan kolaborasi lintas sektor di NTT dalam gelar wicara Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).