Program tersebut tidak hanya mendorong masyarakat menghasilkan produk, tetapi juga memberikan pendampingan terkait legalitas, keamanan pangan, kemasan, pelabelan, pemasaran hingga strategi pengembangan usaha.
Dinas Kesehatan Provinsi NTT menggandeng sejumlah pihak, antara lain Dinas Perindustrian, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Poltekkes Kemenkes Kupang, kelompok masyarakat serta UMKM Desa Lifuleo.
Pendampingan mencakup edukasi mengenai izin edar, persyaratan kemasan, pelabelan, iklan produk pangan, legalitas usaha dan strategi pemasaran digital.
Dari proses tersebut, kelompok usaha masyarakat Desa Lifuleo telah menghasilkan produk olahan pangan berbahan lokal berupa kukis dan selai kacang.
Produksi awal telah mencapai ratusan kemasan. Dengan dukungan modal yang diberikan, kelompok masyarakat masih memiliki bahan dan anggaran untuk melanjutkan produksi.
Kesehatan dan Ekonomi Berjalan Bersama
Selain pemberdayaan UMKM, intervensi Dinas Kesehatan juga menyasar peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis serta edukasi mengenai imunisasi, pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC), dan pemenuhan gizi.
Kegiatan melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, kelompok UMKM, kader, tokoh masyarakat dan berbagai unsur lainnya.












