Menurutnya, semakin banyak produk lokal diproduksi dan diserap pasar lokal, semakin besar pula peluang perputaran uang tetap berada di NTT.
“Kita ingin produk kita ini diproduksi oleh kita dan dibeli kembali oleh masyarakat lokal sehingga perputaran uang tetap ada di NTT dan menekan defisit neraca perdagangan kita,” katanya.
Ia mengingatkan agar potensi bahan baku dan kemampuan masyarakat NTT tidak berakhir tanpa pasar.
“Jangan sampai pasar kita penuh dengan produk dari luar, sementara masyarakat kita sendiri punya bahan baku, punya tenaga, punya kemampuan, tetapi tidak memiliki pasar. Karena itu, kita harus mulai dari pasar kita sendiri,” tegasnya.
Bagi Melki, pengembangan produk lokal merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat kemandirian desa.
“Kita harus mulai dari apa yang kita punya. Kita produksi sendiri, kita beli sendiri, kita gunakan sendiri, kemudian kita dorong agar produk kita bisa keluar NTT,” ungkapnya.
Dinkes Dorong UMKM Naik Kelas
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ruth Laiskodat menjelaskan, intervensi OPD di Desa Lifuleo merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat.












