1. Yayasan Permata Sari Semarang
2. Pemerintah Kabupaten Sikka
3. RSU Sta. Elisabeth Lela
4. Keuskupan Maumere
5. Kopdit Swasti Sari
Kegiatan ini mengusung tema penuh makna: “Bersatu dan Peduli untuk Hidup Baru.”
Kopdit Swasti Sari: Hadir untuk Masyarakat
Keterlibatan Kopdit Swasti Sari bukan hal baru. Sebelumnya, lembaga ini berhasil menggandeng Yayasan Permata Sari Semarang untuk menyelenggarakan operasi serupa di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang, yang menuai apresiasi luas. Kini, misi yang sama kembali dilanjutkan di Sikka.
Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, menegaskan bahwa lembaganya terus berkomitmen berada di garis depan pelayanan kemanusiaan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketika banyak pihak bergandengan tangan, hasilnya bisa luar biasa. Ini bukan sekadar operasi, tetapi investasi untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Swasti Sari akan terus membuka ruang kolaborasi untuk program-program sosial di berbagai daerah.
“Kami ingin kehadiran Kopdit Swasti Sari terasa nyata bagi masyarakat, bukan hanya dalam layanan keuangan, tetapi juga dalam aksi nyata kemanusiaan,” ujarnya.
12 Sumbing bibir dan 14 Langit-Langit
Dari total pasien yang lolos, tercatat: 12 kasus bibir sumbing dan 14 kasus celah langit-langit












