“Yang dipilih itu pengurus, bukan langsung ketua atau jabatan lainnya. Itu perlu diluruskan sesuai regulasi yang ada,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah berjalan berdasarkan aturan yang diwariskan oleh para pendahulu koperasi.
Fokus Program dan Disiplin Keuangan
Untuk kepemimpinan tiga tahun ke depan, Wilhelmus menegaskan akan berfokus pada pelaksanaan visi dan misi koperasi yang telah ditetapkan bersama dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Kita akan bersinergi dengan manajemen untuk menjalankan program strategis yang sudah dirumuskan. Tugas kami adalah mengeksekusi itu dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam sistem simpan pinjam.
“Kita ini koperasi simpan pinjam. Artinya kita pinjam uang kita sendiri. Maka harus ada disiplin dan tanggung jawab untuk mengembalikan,” tegasnya.
Wilhelmus mengingatkan anggota agar tidak memaksakan pinjaman di luar kemampuan, karena berpotensi menimbulkan kredit lalai.
“Jangan sampai keinginan pinjam besar, tetapi kemampuan mengembalikan rendah. Itu bisa menghambat program koperasi,” katanya.
Dorong Inovasi dan Bebas Kredit Lalai
Ke depan, ia menargetkan pengurus dan anggota untuk bersama-sama menekan angka kredit lalai serta mendorong inovasi dalam pengelolaan koperasi.










