Menurutnya, lembaga keuangan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan aset, penyaluran kredit, maupun keuntungan usaha.
“Keberhasilan lembaga keuangan bukan hanya dilihat dari besarnya aset, omzet atau laba, tetapi juga dari dampak sosial yang dirasakan masyarakat. Harus ada rasa memiliki terhadap kehidupan masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kasmirus mengusulkan agar setiap lembaga keuangan bersama pemerintah desa dan masyarakat berkomitmen membangun sedikitnya satu rumah layak huni setiap tahun bagi warga kurang mampu.
“Kalau setiap lembaga keuangan membangun satu rumah setiap tahun melalui gotong royong bersama pemerintah desa dan masyarakat, dampaknya akan sangat besar bagi pengurangan kemiskinan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kasmirus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Lewo Graran di bawah kepemimpinan Kepala Desa Mateus Buto Wujon.
Ia menilai desa tersebut berhasil membangkitkan semangat gotong royong masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan rumah layak huni.










