KUPANG | BuletinNTT.com — Lebih dari 400 karyawan KSP Kopdit Swasti Sari menyatakan menolak dualisme kepemimpinan yang dinilai mengganggu operasional koperasi.
Mereka mendesak pemulihan struktur manajemen dan pelayanan kepada anggota kembali normal.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, dalam konferensi pers di kantor pusat koperasi, Kupang, Minggu (18/10/2026).
Kasmirus mengatakan, pernyataan sikap itu telah ditandatangani karyawan. Dukungan juga dihimpun melalui jajak pendapat daring di grup WhatsApp internal.
“Dukungan karyawan sudah mendekati 400 orang dari total sekitar 500 karyawan. Hari ini kami menyatakan sikap untuk mengembalikan pelayanan operasional mulai besok, Senin, dan seterusnya,” kata Kasmirus.
Menurutnya, konflik kepemimpinan telah menimbulkan hambatan dalam pelaksanaan tugas manajemen, terutama pada pelayanan keuangan dan kegiatan simpan pinjam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan anggota.
Empat Tuntutan Karyawan
Dalam pernyataan sikap tersebut, karyawan menyampaikan empat tuntutan utama untuk mengakhiri polemik internal yang terjadi di tubuh koperasi.
Pertama, menolak dualisme kepemimpinan manajemen. Kedua, mendesak pimpinan versi Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) mengundurkan diri dari klaim jabatan struktural.












