Menurutnya, semangat saling membantu merupakan nilai utama dalam gerakan koperasi kredit.
“Susah kita bersama, senang kita bersama. Itulah sesungguhnya semangat koperasi kredit,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi organisasi mahasiswa API Renya Rosari Kupang yang melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan rumah layak huni, kemudian mempertemukan pemerintah desa dengan Kopdit Swasti Sari sehingga terjalin kolaborasi pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Kasmirus mengajak Gereja Katolik mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekonomi umat.
Menurutnya, Orang Muda Katolik (OMK), terutama generasi digital, perlu diberi ruang untuk mengembangkan usaha berbasis teknologi.
Ia mengusulkan agar lingkungan gereja dimanfaatkan sebagai tempat pemasaran produk UMKM setelah perayaan misa.
“Setelah misa hari Minggu misalnya, bisa dibuka pasar UMKM. Umat membeli produk hasil karya umat sendiri. Dengan begitu gereja tidak hanya menjadi tempat berdoa, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Kasmirus juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi di Flores Timur.










