Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Pengurus Kopdit Swasti Sari Tetap Fokus Bekerja, Frans Ola Krowin: Kami Jalankan Amanat RAT

Avatar photo
×

Pengurus Kopdit Swasti Sari Tetap Fokus Bekerja, Frans Ola Krowin: Kami Jalankan Amanat RAT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Momen istimewa saat Pengurus, Pengawas dan Manajemen KSP Kopdit Swasti Sari menemui Pengurus, Pengawas dan Managemen Puskopdit BK3D Timor, Selasa 4 Agustus 2026.

KUPANG | BuletinNTT.com – Di tengah dinamika yang terjadi di internal KSP Kopdit Swasti Sari, jajaran pengurus, pengawas hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 dan manajemen memilih tetap fokus menjalankan tugas dan amanat yang telah diberikan anggota.

Sekretaris I Pengurus Kopdit Swasti Sari, Frans Ola Krowin, menegaskan bahwa pengurus yang telah dilantik secara sah masih mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Dukungan itu datang dari Puskopdit BK3D Timor sebagai induk koperasi di wilayah Timor, hingga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Terbitkan Akta Kopdit Swasti Sari, Notaris Yustina Widhiwuryani Dinyatakan Langgar Kode Etik

Menurut Frans, Puskopdit Bekade Timor meminta pengurus dan pengawas yang telah dilantik oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT untuk tidak menyerah menghadapi berbagai dinamika yang berkembang.

Sebaliknya, mereka diminta tetap menjalankan tugas dan fokus menyelesaikan seluruh rekomendasi yang telah diputuskan dalam forum RAT Tahun Buku 2025.

“Pesan dari Puskopdit jelas, pengurus dan pengawas tetap bekerja, jangan menyerah, dan tuntaskan semua keputusan RAT,” kata Frans, Selasa (04/08/2026).

Ia menjelaskan, salah satu keputusan penting dalam RAT adalah pembentukan tim independen yang bertugas menelusuri sejumlah penggunaan dana yang menjadi perhatian anggota.

Baca Juga :  Imelda Anin Tegaskan Manajemen Siap Bekerja, Minta Konflik Tak Ganggu Pelayanan ke Anggota

Ada tiga hal yang menjadi fokus investigasi tim tersebut. Pertama, dugaan penggunaan dana pengabdian sekitar Rp1 miliar. Kedua, penggunaan dana untuk penyusunan dan pencetakan buku biografi Yohanes Sason Helan (YSH). Ketiga, pembiayaan Koperasi Konsumen Tunas Sari Sejahtera.

Menurut Frans, proses investigasi saat ini masih berjalan. Tim independen dipimpin oleh Dr. John Tuba Helan dan bekerja berdasarkan mandat yang diberikan oleh forum RAT sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

Ia memastikan hasil kerja tim tidak akan berhenti di tengah jalan. Seluruh hasil investigasi nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada anggota dalam RAT Tahun Buku 2026.

Baca Juga :  Imelda Anin dan Theresia Pakae Amankan Uang Kopdit Swasti Sari

“Tim independen terus bekerja. Semua hasilnya akan dipertanggungjawabkan dan dilaporkan kepada anggota pada RAT Tahun Buku 2026,” ujarnya.