Jika pada 2023 total hutang tercatat Rp6,35 miliar, maka pada 2024 turun menjadi Rp3,40 miliar dan 2025 Rp1, 5 miliar.

Penurunan ini menunjukkan langkah konsolidasi dan penguatan struktur permodalan yang semakin sehat.
Alokasi SHU Berpihak pada Anggota
Sebanyak 60 persen SHU dialokasikan untuk jasa anggota, sebagai bentuk komitmen terhadap kesejahteraan anggota.
Sisanya dialokasikan untuk cadangan koperasi (15%), dana pendidikan (7%), dana pengurus (8%), dana karyawan (4%), dana sosial (2%), serta komponen lainnya untuk antisipasi dan pengembangan wilayah kerja.

Distribusi ini mencerminkan keseimbangan antara keberlanjutan lembaga dan manfaat langsung bagi anggota.
Predikat “SEHAT”
Berdasarkan hasil Pemeriksaan Kesehatan Koperasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, koperasi memperoleh skor 81,03 dengan predikat SEHAT.
Penilaian ini didasarkan pada aspek kelembagaan, manajemen, likuiditas, solvabilitas, hingga rentabilitas usaha.












