Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Program “Ayah Challenge 21 Hari Di Tublopo, Peran Ayah Cegah Stunting, Selamatkan Generasi TTS

Avatar photo
×

Program “Ayah Challenge 21 Hari Di Tublopo, Peran Ayah Cegah Stunting, Selamatkan Generasi TTS

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

SO’E | BuletinNTT.com — Pencegahan stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) membutuhkan lebih dari sekadar bantuan makanan tambahan atau pelayanan kesehatan rutin.

Persoalan ini juga berkaitan erat dengan pola pengasuhan dalam keluarga, kondisi sosial ekonomi masyarakat, hingga rendahnya keterlibatan ayah dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Berangkat dari kondisi tersebut, dosen Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tublopo dengan fokus memperkuat peran ayah dalam upaya pencegahan stunting.

Baca Juga :  Imelda Anin Tegaskan Manajemen Siap Bekerja, Minta Konflik Tak Ganggu Pelayanan ke Anggota

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Juni Gressilda Louisa Sine, STP., M.Kes bersama Asweros Umbu Zogara, SKM., MPH dan melibatkan tiga mahasiswa, yakni Marselinus Kowe, Kristin Kase, serta Jened Tusi.

Mengangkat tema “Penguatan Kemandirian Keluarga melalui Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting”, kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena menyentuh langsung kehidupan keluarga di pedesaan TTS yang masih kental dengan budaya patriarki.

Ayah Selama Ini Belum Banyak Dilibatkan

Ketua tim pengabdian masyarakat, Juni Gressilda L. Sine menjelaskan, selama ini program pencegahan stunting lebih banyak menyasar ibu dan anak.

Baca Juga :  Koperasi Kredit Plelu Meluk Dorong Regenerasi Pemimpin Muda Lewat Lokakarya di Maumere

Kegiatan posyandu didominasi kaum ibu, penyuluhan gizi diarahkan kepada perempuan, sementara ayah lebih sering diposisikan sebagai pencari nafkah semata.