Komitmen tersebut tercermin dari lahirnya petani-petani muda binaan Kopdit Swasti Sari. Salah satunya adalah Ribka Selan, Petani Gen Z dari Kopdit Swasti Sari Cabang Soe, yang kini dinilai layak menjadi role model bagi generasi muda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Ribka Selan, anggota Kopdit Swasti Sari dengan Nomor BA 241.791, lahir di Nule pada 26 Juni 2007 dan berdomisili di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS.
Di usia yang masih sangat muda, Ribka menunjukkan keberanian dan konsistensi mengelola usaha pertanian secara serius.
“Saya bersyukur bisa bergabung dengan Kopdit Swasti Sari. Saya mendapat dukungan dan pendampingan yang membuat saya lebih percaya diri mengembangkan usaha pertanian,” ungkap Ribka.
Ia mengakui, keterlibatannya dalam koperasi telah membuka wawasan bahwa anak muda, khususnya Gen Z, mampu mandiri secara ekonomi jika mau bekerja keras dan memanfaatkan peluang yang ada.
“Sebagai anak muda, kita jangan takut jadi petani. Memang harus rela menghitamkan kulit, tapi hasilnya bisa mengisi dompet. Pertanian itu menjanjikan kalau dikelola dengan serius,” ujarnya.
Pihak Kopdit Swasti Sari menilai Ribka Selan sebagai simbol keberhasilan strategi lembaga dalam menyasar generasi muda. Kehadirannya menjadi bukti bahwa Gen Z mampu menjadi pelaku utama ekonomi kerakyatan melalui koperasi.












