Meski demikian, Leonardus menegaskan bahwa koperasi tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan kredit anggota.
Anggota yang mengalami gagal usaha tetap diberikan ruang pembinaan dan pendampingan sebelum dilakukan langkah hukum.
Senada dengan itu, Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Alexius Bertholemeus, mengatakan persoalan kredit bermasalah memang harus ditangani serius namun tetap mengutamakan pendekatan kekeluargaan.
Menurutnya, koperasi saat ini terus melakukan pembenahan, termasuk membentuk tim bersama kuasa hukum untuk menangani sejumlah kredit macet di beberapa wilayah pelayanan.
“Kalau jaminannya kendaraan dan tidak ada itikad baik tentu diproses sesuai aturan. Tetapi kalau tanah dan rumah, kita tetap utamakan negosiasi supaya ada solusi terbaik bersama anggota,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada anggota agar pinjaman benar-benar dipakai untuk usaha produktif dan mampu dikembalikan tepat waktu.
RAT Midi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi sebelum dilanjutkan ke forum RAT Paripurna KSP Kopdit Obor Mas.












