Ia berharap KSP Kopdit Obor Mas terus mempertahankan pelayanan terbaik bagi masyarakat kecil, terutama petani, nelayan dan buruh yang sangat membutuhkan akses modal usaha.
Menurutnya, kemudahan akses pinjaman sangat penting selama anggota memiliki kemampuan dan niat baik untuk mengembalikan kredit.
“Kalau orang kecil mau usaha, koperasi harus bantu lihat kemampuan anggota supaya bisa berkembang,” katanya.
Sementara itu, General Manager KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, menjelaskan bahwa manajemen terus memperkuat sistem pengawasan kredit agar pinjaman anggota tetap sehat dan tidak berujung macet.
Menurutnya, koperasi telah menerapkan berbagai mekanisme pengamanan, termasuk penilaian usaha anggota sebelum kredit dicairkan.
“Kita ingin memastikan pinjaman benar-benar dipakai untuk usaha produktif sehingga tidak berdampak pada keuangan anggota lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyambut baik usulan integrasi pengawasan data pinjaman dengan sistem pengawasan yang lebih luas, termasuk melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), demi memperkuat transparansi dan mitigasi risiko kredit bermasalah.












