Ia tercatat sudah dua kali mengakses pinjaman di Kopdit Obor Mas. Pinjaman pertama sebesar Rp10 juta dipergunakan untuk membangun rumah sederhana bagi keluarganya.
Sementara pinjaman kedua sebesar Rp15 juta digunakan membantu kebutuhan anaknya yang menikah.
“Tahun depan sudah lunas,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Albinus, proses pelayanan di Obor Mas menjadi alasan utama dirinya tetap bertahan sebagai anggota.
Ia bahkan mengaku sebelumnya pernah bergabung dengan salah satu koperasi besar lainnya.
Namun pelayanan yang dinilai cepat, sederhana dan tidak berbelit-belit membuatnya memilih kembali bergabung bersama Obor Mas.
“Pelayanan di sini baik. Karyawan melayani dengan ramah dan tidak bikin anggota susah,” ujarnya.

Di forum RAT Midi itu pula, Albinus melihat bagaimana ruang demokrasi benar-benar dirasakan anggota. Baginya, tidak ada sekat antara anggota, pengurus, pengawas maupun manajemen.
Sebagai petani dari pelosok, ia merasa pendapatnya tetap dihargai sama seperti anggota lainnya.
“Beta dari kampung, tapi tetap bisa bicara dan didengar,” tuturnya.












