KUPANG | BuletinNTT.com — Polemik internal KSP Kopdit Swasti Sari terus memanas pasca pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 dan pelantikan pengurus serta pengawas koperasi.
Anggota Forum Peduli Anggota (FPA) Kopdit Swasti Sari, Edmundus Talul, mengkritik sikap Yohanes Sason Helan (YSH) bersikukuh menjadi Ketua Pengurus.
Mundus, mempertanyakan ada apa dibalik sikap YSH yang ingin kembali menduduki posisi strategis di koperasi, apakah ada kaitan dengan upaya melindungi diri dari berbagai persoalan yang mulai terungkap ke publik.
“Sekarang dia terus berupaya menjadi ketua pengurus, ada apa dibalik itu? Jangan – jangan dugaan saya upaya melindungi diri dari persoalan yang mulai terkuak,” ujar Mundus, Jumat (22/5/2026).
Dana Rp1 Miliar dan Buku Biografi
Mundus mengungkap sejumlah persoalan yang menurutnya mulai terbuka di forum RAT, mulai dari pemberian uang penghargaan Rp1 miliar kepada YSH hingga penggunaan dana koperasi untuk pencetakan buku biografi mantan GM tersebut.
Ia menyebut buku biografi itu dicetak menggunakan dana koperasi yang notabene merupakan uang milik anggota.
“Buku itu dicetak pakai dana koperasi dan terungkap di forum RAT,” katanya.
Menurut Mundus, apabila benar menggunakan dana koperasi untuk kepentingan pribadi atau di luar kebutuhan anggota, maka dana tersebut wajib dipertanggungjawabkan dan dikembalikan.












