Namun, keraguan tersebut perlahan sirna berkat semangat kebersamaan umat yang begitu kuat.
Ia menyebut, dari kondisi terbatas tersebut, umat justru menunjukkan solidaritas yang luar biasa.
“Umat tidak patah semangat. Mereka tetap bergandengan tangan, bahu-membahu untuk menyukseskan perayaan ini”.
“Dari situ kami berhasil menghimpun dana awal sekitar Rp40 juta sebagai modal kerja panitia,” jelasnya.
Seiring waktu, dukungan terus mengalir dari berbagai pihak, baik dari kelompok umat basis (KUB), para donatur, maupun simpatisan.
Hingga malam perayaan Vigili Paskah, total dana yang berhasil dihimpun panitia mencapai lebih dari Rp86 juta.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, mulai dari Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui bersama para imam rekan.
Ucapan yang sama juga disampaikan kepada Dewan Stasi, seksi liturgi, hingga seluruh umat yang dengan tertib dan penuh tanggung jawab mengikuti setiap tahapan perayaan.
Secara khusus, Yoseph juga menyoroti kontribusi para donatur, termasuk tokoh masyarakat, anggota DPRD, serta sahabat lintas agama yang turut memberikan dukungan nyata.
“Ini bukan hanya kerja panitia, tetapi kerja seluruh umat. Bahkan saudara-saudara kita dari lintas agama juga turut membantu”.












